icon1 Panduan Desain Kamar Anak Balita icon2

 ● 2/07/2015



panduan-desain-kamar-anak-balita
Dekorasi Rumah Panduan Desain Kamar Anak Balita - Kehadiran bayi di dalam rumah sebagai anggota keluarga baru, tentunya perlu juga dipersiapkan kamar tidur nyaman untuk sang buah hati.

Kamar tidur anak untuk usia 0-5 tahun (balita), awalnya dipersiapkan sebagai kamar tidur bayi dan dengan seiring berjalannya waktu, kamar tidur anak tersebut diubah sesuai usia anak terutama untuk keluarga berniat memiliki rencana untuk memiliki satu anak saja.

Berbeda apabila keluarga merencanakan untuk memiliki dua anak atau lebih, itu berarti kamar tidur bayi pernah dibuat bisa digunakan beberapa kali. Baru setelah anak terakhir mulai besar, kamar tidur bayi tersebut diubah sesuai usia dan kebutuhan anak tersebut.

Setelah pertimbangan rencana keluarga untuk memiliki berapa jumlah anak, barulah kita membuat rencana desain kamar tidur anak balita. Berikut ini hal-hal perlu dipertimbangkan untuk membuat desain kamar tidur anak :

1. Furniture
Usia 0-6 bulan, bayi pada umumnya masih tidur disamping ibunya. Setelah lewat usia 6 bulan ada masih bersama ibunya, ada juga sudah dipisahkan dalam boks bayi, ditempatkan tidak jauh dari kamar tidur orang tua nya.

Keperluan interior furniture saat usia anak masih bayi :

Boks Bayi
  • Pilihlah boks bayi ukurannya agak besar terutama jika kamar tidur anak akan digunakan sampai umur 2 tahun.
Kursi Lengan
  • Siapkan kursi berlengan sebagai tempat untuk ibu menyusui.
Lemari Laci (baby toffel)
  • Siapkan lemari berlaci banyak untuk ganti pakaian bayi dengan ketinggian diatur sesuai kenyamanan ibu bayi.
Ranjang
  • Ranjang anak dipersiapkan, digunakan sampai anak menginjak usia 2 tahun. 
Pilihlah semua interior furniture dengan ujung bundar, hindari adanya sudut lancip sehingga beresiko mencederai anak.
Cara Memilih Furnitur Kayu
Pilih jenis kayu baik, perhatikan permukaan kulit kayu serta teknik finishing kayu

2. Dinding Lantai
Kamar tidur untuk anak balita, sebaiknya dipilih dinding juga lantai dengan tampilan bersih dan tidak terkesan ramai karena nantinya ditempatkan berbagai mainan anak, boneka dan pernik-pernik lain. 

Untuk dinding kamar tidur dipilih warna netral seperti putih atau krem. sedangkan untuk lantai kamar, Hindari penggunaan karpet karena menjadi sarang debu apabila jarang dibersihkan. Untuk material lantai nya sendiri, dipilih keramik warna cerah seperti putih, hijau muda, maupun menggunakan lantai parket. 

Tutorial Pasang Lantai Parket Sendiri
Pemasangan parket laminate flooring mudah dan dilakukan sendiri tanpa bantuan tukang

3. Sirkulasi Udara Dan Cahaya
Perlu diperhatikan juga sirkulasi udara dan cahaya di dalam kamar tidur anak balita. Walaupun dilengkapi pendingin AC, udara di kamar tidur harus berganti secara teratur, caranya dengan membuka jendela pada saat siang hari. Pilihlah lampu TL terang dan tidak dianjurkan menggunakan lampu halogen panas atau lampu sorot.   

4. Sisi Keamanan
Ketika anak mulai besar, ada kecenderungan anak untuk meraih segala sesuatu benda dijangkauan tangannya. Pastikan tidak ada peralatan listrik pada jangkauan anak serta tidak ada sesuatu barang dapat tergeser ataupun jatuh menimpa pada anak termasuk semua ruangan di dalam rumah tinggal.

Setelah usia anak menginjak usia antara 3-5 tahun, kamar tidur anak tersebut bisa disesuaikan lagi dengan 'tema' pernak-pernik interior yang disukai anak seperti tokoh kartun anime dll.

Home Sweet Home...



Dekorasi rumah arizman.com lainnya :


Desain Rumah Minimalis :


author

Designer (Architecture, Interior, Website, Graphic) dan Konsultan Properti, cari tahu lebih lanjut tentang Arizman.com untuk info lebih lengkap.
Top
Rekomendasi Untuk Anda
×